+62-812-1126-1842
asgarnusantara39@gmail.com

Apel Pagi, Bupati Garut: Akhlakul Karimah Harus Ditegakkan Sejak Dini

IMG-20221031-WA0028

ASGARNEWS, – Bupati Garut, Rudy Gunawan mengungkapkan, akhlakul karimah merupakan suatu hal yang harus ditegakkan atau ditanamkan sejak dini. Akhlakul karimah ini harus didorong oleh berbagai pihak terutama dari keluarga, lingkungan, dan lingkungan sekolah.

“Lingkungan terdekat itu adalah luar sekolah, makanya kami tetap memberlakukan peraturan daerah, barangsiapa yang masuk SLTP ini para Korwil Pendidikan tetap berlaku yaitu ada sertifikat Lulus Madrasah Diniyah Takmiliyah,” ungkapnya saat memberikan pengarahan pada pelaksanaan apel pagi gabungan terbatas di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (31/10/2022).


Di sisi lain, imbuh Rudy, pihaknya setiap tahun selalu memberikan bantuan kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Garut sebesar 5 miliar sebagai bentuk penegakkan _akhlakul karimah_, selain itu, sejak tahun 2014-2015, bersama dr. helmi, dirinya telah memberikan perhatian penuh kepada pesantren-pesantren

“Jadi kami juga ke pesantren kemana-mana sejak tahun 2014-2015, anggaran saya dan dr. Helmi, kita juga mempunyai perhatian terhadap itu,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini juga, Bupati Garut, Rudy Gunawan berterimakasih kepada Ketua Yayasan Aris Nugraha Peduli (ANP), juga selaku produser dan sutradara dari series Preman Pensiun, Aris Nugraha yang telah memberikan dukungan berupa beberapa bantuan salah satunya buku iqra kepada Kabupaten Garut yang memiliki visi Bertaqwa, Maju, dan Sejahtera.

Bupati mengajak seluruh pihak terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa saling berkolaborasi dalam mewujudkan salah satu visi Kabupaten Garut yaitu Bertaqwa melalui penerapan akhlakul karimah terhadap anak-anak.

“Tentu dorongan ASN, dorongan masyarakat ini menjadi bagian yang penting berkolaborasi menuju satu arah yaitu mengakhlakul karimahkan anak-anak,” tandasnya.

Ketua Yayasan ANP, Aris Nugraha menyampaikan, dalam kesempatan ini dirinya banyak melakukan diskusi terkait persoalan di Kabupaten Garut. Ia mengungkapkan, Yayasan ANP yang sebagian anggotanya adalah orang Garut turut ikut memberikan bantuan seperti pemberian buku iqra dan pembangunan masjid.

“Jadi datang ke sini itu apa sih yang bisa kita kerjakan gitu, jadi dari mulai membangun masjid, sekolah, terus memberikan fasilitas buku-buku pelajaran, seperti buku iqra kita cetak insya Allah puluhan ribu untuk kita bagikan secara gratis,” ucap Aris.

Ia mengungkapkan, tidak hanya berupa buku iqra, pihaknya juga memberikan bantuan berupa bangunan fisik yang merupakan fasilitas sosial seperti Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Bangunan fisik itu berapa ya jadi masjid 2, mushola 2, sekolah 1, kalau sumur itu memang ada mungkin 10 ya atau berapa gitu,” tuturnya.

Terakhir, ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan kerja sama lainnya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, khususnya nanti pada saat Hari Ulang Tahun (HUT) Garut.

“Ya pada dasarnya gini, sebagai orang Garut asli yang diperantauan ingin berterimakasih kepada tanah air, dan mungkin lebih tahu banyak selain masyarakat itu juga pemerintah, jadi kita butuh data, butuh bimbingan, butuh arahan, supaya apa yang kami berikan itu tepat sasaran gitu,” tandasnya. (Red)