+62-812-1126-1842
asgarnusantara39@gmail.com

FPRB Kota Bandung Berduka

IMG-20221112-WA0086

ASGARNEWS, –  Telah berpulang Dewan Pakar FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Kota Bandung, Bapak Tumpal Sirait.
Pada Kamis 10 November 2022, jam 18.38 WIB, tepat sehari setelah Tokoh Jawa Barat Kang Tjetje Hidayat Padmadinata meninggal dunia.

Ia mengalami sakit dan dalam kurun waktu yang singkat kondisi kesehatannya drastis menurun hingga menghembuskan nafas terakhir dirumahnya di jalan Saturnus no. 2 Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.


Ia juga merupakan aktivis eksponen ‘66 yang juga sahabat karib dari Bapak Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Marvest) dan Bapak Dada Rosada (Mantan Wali Kota Bandung).

Dalam kiprahnya, Ia pernah menjabat sebagai jabatan penting KNPI Kota Bandung dan Jabar, Anggota DPRD Kota Bandung dan Jabar, sebagai PNS dibeberapa dinas Kota Bandung seperti Sospol dan Kepala Pemadam Kebakaran.

Pada 30 September 2021, beliau masuk jadi salah satu bagian dari delapan Jajaran Dewan Pakar FPRB Kota Bandung yang dikukuhkan oleh Wali Kota Bandung saat itu untuk mengurusi keadaan Kota Bandung dari beberapa aspek pandangan yang mengerucut kepada potensi kebencanaan di Kota Bandung.

Sosoknya dikenal ramah dan perhatian. Apalagi ketika sudah memegang tanggung jawab, beliau tidak segan untuk terus mendorong digaris ideal sesuai aturan sampai kepada maksud dan tujuan yang berpihak kepada kepentingan orang banyak.

“Ketika saya ajak untuk terlibat sebagai dewan pakar di FPRB Kota Bandung, beliau sangat antusias. Terlebih, saat ini urusan kebencanaan di Kota Bandung masih di urusi oleh Diskar PB. Semangat beliau masih tinggi untuk bebenah Kota Bandung melalui FPRB,” kata Trio Meirdiano Ketua FPRB Kota Bandung.

Beliau terjun murni untuk kemaslahatan orang banyak tanpa kepentingan pribadi. Kredibilitas beliau sangat luar biasa sebagai seorang Tokoh di Kota Bandung yang memiliki jaringan luas dan juga tahu kondisi Kota Bandung seperti apa. Karena beliau sudah malang melintang untuk urusan Kota Bandung.

“Saya bangga dengan beliau, di usia senjanya topik diskusi pun menarik dari segala sisi pandangan yang ujung-ujungnya berkaitan dengan bencana. Hebatnya beliau masih mau terjun memikirkan dan berbuat menyangkut kepentingan orang banyak dalam urusan kebencanaan.” imbuhnya.

Trio Meirdiano yang akrab memanggil Ayah, kepada Tumpal Sirait. “Karena Kami sudah seperti Keluarga, kekerabatan di Komplek sangat di jaga betul dalam urusan silaturahmi. Pun sama dengan Almarhum Kang Tjetje, Saya memanggil Papap. Sejak kecil saya sedikit banyak diasuh oleh beliau-beliau, juga hubungan kami dengan anak-anaknya. Orang Tua kita kompak semua saling komunikasi sejak muda, jadi semua anak-anaknya sudah seperti anak sendiri. Bapak Saya sudah mendahului sejak 27 Oktober 2019.

Sekarang sangat terasa kehilangan, 2 sosok sebagai orang tua dan tokoh yang begitu berarti bagi saya. Keduanya dipanggil Allah SWT dengan perbedaan waktu dalam 1 hari. Susul menyusul, Paginya Saya mengantarkan kepemakaman Papap ( Kang Tjetje ), ehhh sorenya Ayah ( Pak Tumpal Sirait ) meninggal dan Saya ada dirumah beliau pada saat beliau menghembuskan nafas terakhir.

“Selamat Jalan Om Tjetje, selamat jalan Om Tumpal. Terima kasih atas segalanya, semoga Allah SWT membalas kebaikan di dunia kepada Keluarganya dan Surga untuk kedua Almarhum. Aamiin YRA.” (yd)