+62-812-1126-1842
asgarnusantara39@gmail.com

Mantap! Garut Bersama Empat Kabupaten/Kota Di Jawa Barat Terima Penghargaan Daerah Paling Inovatif

IMG_20221217_185504

ASGARNEWS.COM, – Kabupaten Garut meraih penghargaan dalam Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Terintegrasi Kategori Daerah Kabupaten Paling Inovatif di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022. Pemberian penghargaan digelar dalam acara bertajuk Jabar Stunting Summit (JSS) 2022, hari ke-2, berlangsung di halaman depan Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (14/13/2022). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Garut, juga sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Garut, dr. Helmi Budiman.

Kabupaten/kota dan kepala daerah tersebut dianggap konsisten menurunkan stunting di daerah masing – masing. Turut mendapat penghargaan ketua TP PKK, organisasi kemasyarakatan, dan perusahaan melalui progam CSR- nya.

Kabupaten/kota yang dapat penghargaan dengan Kategori Delapan Aksi Konvergensi. Kabupaten/Kota Terbaik yakni (1) Kabupaten Sumedang, (2) Kota Bandung, (3) Kota Bogor.

Kabupaten/Kota Paling Berkomitmen yakni (1) Kota Depok, (2) Kota Cimahi (3) Kabupaten Bandung Barat (4) Kabupaten Subang, (5) Kabupaten Bekasi.

Kabupaten/Kota Paling Inovatif yakni (1) Kabupaten Purwakarta (2) Kabupaten Ciamis (3) Kabupaten Indramayu (4) Kabupaten Tasikmalaya (5) Kabupaten Garut.

Untuk Kategori Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Paling Berkomitmen, yakni (1) Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan, dan (2) Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri.

Kategori Ketua TP PKK Paling Berkomitmen yakni (1) Sonya Fatmala (Bandung Barat) dan (2) Elly Farida (Kota Depok).

Sedangkan Perusahaan Paling Berkomitmen (1) PT. Tirta Investama Subang, dan (2) PT. Cikarang Listrindo. Sementara Organisasi Sosial Kemasyarakatan Paling Berkomitmen yakni Nutrition International.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir pada Jabar Stunting Summit 2022 mengingatkan Jabar adalah kunci menekan stunting di Indonesia. Keberhasilan nasional menekan stunting tergantung keberhasilan di Jabar.

Sebabnya, Jabar merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, yang berarti jumlah balitanya pun paling banyak.

“(Jabar) Penting sekali untuk bisa menurunkan angka stunting nasional, karena penduduknya yang paling banyak balitanya juga yang paling banyak. Jadi kalau Jawa Barat sukses, nasional pasti akan sukses menurunkan dari 24 persen ke 14 persen,” ujar Budi Gunadi.

Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyadari angka kelahiran di Jabar cukup tinggi. Hal ini memperbesar peluang bayi terkena stunting akan tinggi pula, jika orang tuanya tidak memiliki pemahaman dan pengetahuan stunting yang memadai.

“Hampir 800 ribuan bayi lahir di Jawa Barat karena produktivitasnya tinggi, baru setahun menikah sudah pada hamil. Jika bayi-bayi ini mengalami stunting, tentu mimpi besar menjadi ekonomi besar dunia bisa terkendala,” kata Ridwan Kamil.

Menurutnya, yang menjadi poin penting dalam pencegahan stunting adalah bukan pada anaknya tapi orang tua, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan perempuan belum menikah. Jika ketiga subjek ini memiliki daya upaya mencegah, maka stunting akan turun dengan sendirinya.

Melalui Jabar Stunting Summit 2022, Pemdaprov Jabar berkomitmen terus mengevaluasi seluruh instrumen pencegah stunting agar gerak dan aksinya bisa sinergi dan komprehensif.

Gubernur mengapresiasi survei stunting dari Kemenkes dilakukan setiap tahun sehingga angkanya relatif terpantau dan memudahkan upaya penanggulangan stunting.

“Saya senang bukan lima tahunan surveinya, setahunan. Mungkin nanti awal Januari Pak Menteri yang akan rilis stunting Jawa Barat dari 24 persen turun ke berapa,” tutup Ridwan Kamil.

Wabup Garut, usai menerima penghargaan, mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, salah satunya yaitu adanya pengukuran tinggi badan terhadap semua balita yang merupakan salah satu kegiatan dari program Temukan, Obati, Sayangi balita Stunting (TOSS).

“Dari situ alhamdulillah ketemu karena kalau data yang disebutkan oleh pemerintah pusat (melalui) SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) itu adalah hasil survei, tidak tau orangnya siapa, makanya kita melakukan pengukuran terhadap seluruh balita kita dan ditemukanlah 15,6% by name by adress-nya ada, sehingga ketika ditemukan by name by adress penanganannya pun langsung,” ucapnya.

Selain itu, imbuh dr. Helmi, penghargaan ini juga diberikan atas inovasi Pemkab Garut yang mengeluarkan anggaran untuk pemberian makanan tambahan (PMT) berupa susu dan telur, yang memiliki pengaruh luar biasa terhadap pertumbuhan tinggi badannya.

Wabup Garut menambahkan, pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah untuk mencapai target dari pemerintah pusat yaitu 14% di tahun 2024. Ia mengatakan, bahwa berdasarkan survei SSGI tahun ini, terdapat penurunan sebesar 15% di mana yang sebelumnya 35% menjadi 20%.

“Mudah mudahan ada penurunan dan tentu perhatian bagaimana kita harus menyiapkan gizi lagi buat anak anak itu yang berkelanjutan. Yang kedua ya, kita tidak boleh ada lagi anak yang lahir dengan tinggi badan yang dibawah standar, nah ini caranya bagaimana agar ibu hamil bahkan sebelum hamil, ketika nikah pun ini harus terdeteksi ini. Jadi kita fokus bagaimana kepada anak baru lahir jangan sampai ada yang stunting,” lanjutnya.

Wabup Garut menegaskan, bahwa permasalahan stunting ini merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya sedang fokus untuk menyiapkan generasi muda kedepan demi menuju generasi emas di tahun 2024.

“Jangan sampai ada yang stunting, makanya mari kita bergerak semuanya memperhatikan tetangga kita, memperhatikan saudara saudara kita, terutama lingkungan, perhatikan lingkungan jangan sampai lingkungannya tidak bersih ya, lingkungannya kotor karena faktor lingkungan yang paling besar,” tandasnya. (Red)