+62-812-1126-1842
asgarnusantara39@gmail.com

Puluhan Warga Garut Dijemput untuk Jalani Isolasi di Tempat Isoter

Garut – Puluhan warga Garut yang terpapar virus COVID-19 dirujuk ke tempat isolasi terpadu (isoter). Sempat menolak, mereka akhirnya mau setelah dibujuk TNI-Polri.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, tim Program Khusus Layanan Isolasi (Proklamasi) mengevakuasi puluhan warga Garut yang menjalani isolasi mandiri ke pusat isoter.

“Sampai saat ini ada puluhan lah warga yang sudah berhasil dibujuk tim Proklamasi untuk menjalani isolasi terpadu,” kata Wirdhanto kepada wartawan, Rabu (11/8/2021).

Wirdhanto mengatakan, setidaknya ada sekitar 20 orang warga yang terpaksa dilarikan ke pusat isoter. Mereka yang dibawa adalah warga yang menjalani isolasi mandiri namun terdeteksi memiliki gejala cukup parah.

“Selain itu, yang dibujuk untuk isoter adalah mereka yang menjalani isoman tapi tempatnya tidak layak dan mobilitasnya tinggi. Sehingga rentan sekali menularkan ke warga yang sehat,” katanya.

Wirdhanto mengatakan, perjalanan tim Proklamasi yang dibentuk awal Agustus ini tidak mulus. Mereka bahkan ditentang hingga diusir warga yang emoh menjalani isolasi terpadu.

“Tapi Alhamdulillah, setelah diyakinkan dan diberi pemahaman, mereka akhirnya bersedia untuk dibawa ke tempat isoter. Karena di tempat isoter ini kondisi mereka lebih terpantau oleh nakes dan tempat yang lebih layak,” ujar Wirdhanto.

Pemda Garut sendiri mengaktifkan kembali tempat isolasi terpadu yang sebelumnya sempat dinonaktifkan. Ada empat tempat isoter yakni Rusun Gandasari, Islamic Center, serta tiap aula gedung desa dan kecamatan se-Garut.

Tempat isoter dihadirkan untuk mengisolasi warga yang terpapar COVID-19 tanpa gejala yang tidak memiliki tempat layak untuk isoman.

Namun, berdasarkan hasil evaluasi Pemda di lapangan, masih ditemukan banyak warga bandel yang enggan menjalani isolasi di rumah sakit meskipun dengan gejala berat.

Pemda juga menemukan banyak warganya yang terpapar COVID-19 namun masih beraktivitas dengan mobilitas tinggi, sehingga rentan menularkan.

“Warga yang melakukan isoman banyak yang tempatnya tidak layak dan mobilitasnya tinggi. Sehingga rawan menularkan ke yang sehat,” ujar Wabup Garut Helmi Budiman.

(mud/mud)

 

Sumber : https://news.detik.com/

88 Views